Lahir : Tanggal 10 Juli 1182
Asal : di Kota Assisi
Nama lain : bahasa Italia: Francesco d’Assisi; bahasa Latin: Franciscus Assisiensis
Meninggal :
Tanggal 3 Oktober 1226 (Usia 44),
di Kota Assisi, Italia
PELINDUNG
ü Hewan dan Alam.
üPara Ahli Ekologi dan Pemerhati Lingkungan.
üPara orang miskin dan kaum papa.
üPelindung Perdamaian
Peringatan Wajib : 04 Oktober
Giovanni Francesco Bernardone lahir di Asisi, daerah pegunungan Umbria, Italia Tengah pada tahun 1182. Ayahnya, Pietro Bernardone, seorang pedagang kain yang kaya raya; sedang ibunya Yohana Dona Pica, seorang puteri bangsawan picardia, Prancis. Ia dipermandikan dengan nama Giovanni Francesco Bernardone; tetapi kemudian lebih dikenal dengan nama Francesco; karena kemahirannya berbahasa Prancis yang diajarkan ibunya.
Sekitar tahun 1202, Fransiskus bergabung dalam ekspedisi militer melawan Perugia dan ditawan di Collestrada. Satu tahun waktunya habis di dalam penjara,[15] dengan sakit yang membuatnya mengevaluasi ulang hidupnya. Hanya saja, begitu ia kembali ke Assisi pada tahun 1203, ia kembali hidup bermewah-mewahan lagi, Dua tahun kemudian, ia pergi ke Apulia untuk bergabung dengan pasukan Walter III, Count of Brienne. Sebuah visi aneh membuatnya pulang lagi ke Assisi dan kehilangan minat sepenuhnya akan hidup. [16] Menurut penulis biografinya, Fransisus mulai menghindari olahraga dan pesta-pesta bersama teman-teman lamanya. Seorang teman bertanya apakah ia berniat untuk menikah, dan Fransiskus menjawab: “Ya, dengan mempelai wanita yang jauh lebih jelita daripada yang pernah kalian lihat,” padahal yang ia maksud adalah “Sang Ibu Kemiskinan” (Lady Poverty)..[17]
Dalam perjalanannya ke Roma, ia bergabung dengan para pengemis di St. Peter’s Basilica.[16] Ia menghabiskan waktu di tempat-tempat yang sepi, untuk meminta pencerahan kepada Tuhan. Fransiskus menyatakan bahwa ia mendapat visi mistis dari Yesus di kapel terkutuk di San Damiano, di luar Assisi, seolah ia melihat patung Yesus yang sedang disalib mengatakan, “Fransiskus, Fransiskus, pergilah dan perbaiki gerejaKu yang sudah kau lihat sendiri, mulai rontok menjadi reruntuhan.” Fransiskus menyangka secara harfiah ia harus membantu memperbaiki gereja itu, sehingga ia menjual beberapa baju yang dicuri dari ayahnya untuk membantu para pendeta di sana.[18] Saat para pendeta menolak pemberiannya yang didapat dari sumber yang buruk, Fransiskus memanting koin-koin miliknya ke lantai.[17]
Fransiskus mengkutbahkan doktrin Kristen bahwa dunia diciptakan baik dan indah oleh Allah, tetapi membutuhkan penebusan karena dosa manusia. Sebagai seseorang yang melihat Allah tercermin dalam alam, “Santo Fransiskus adalah pencinta agung ciptaan Allah …”. Dalam Gita Sang Surya (Canticle of the Sun), ia mengucap syukur kepada Allah atas Saudara Matahari, Saudari Bulan, Saudara Angin, Air, Api, dan Bumi, yang semuanya ia pandang sebagai sarana untuk memuji Allah. Banyak kisah seputar kehidupan Fransiskus menyebutkan bahwa ia memiliki rasa cinta yang besar terhadap hewan dan lingkungan. Fioretti (“Bunga-Bunga Kecil”) adalah kumpulan legenda dan cerita rakyat yang muncul setelah kematian Fransiskus.
Saat sedang berdoa di Gunung Verna dalam masa puasa 40 hari sebagai persiapan menyambut Pesta Santo Mikael (29 September), Fransiskus dikisahkan mendapat penglihatan pada tanggal 17 September 1224, tiga hari setelah Pesta Pemuliaan Salib Suci. Setelah peristiwa itu, pada tubuh Fransiskus muncul stigmata yang menyerupai luka-luka pada tangan dan kaki Kristus yang disalibkan. Saudara Leo, yang saat itu mendampingi Fransiskus, meninggalkan catatan yang jelas dan sederhana mengenai peristiwa tersebut; ini merupakan catatan pasti yang pertama mengenai fenomena stigmata. “Tiba-tiba, ia melihat penglihatan tentang seorang serafim, malaikat bersayap enam, yang berada di atas salib. Malaikat itu menganugerahkan kepadanya lima luka Kristus.”[33] Fenomena yang menyerupai stigmata tersebut diduga disebabkan oleh purpura pada tangan dan kaki, yang merupakan komplikasi yang diketahui dari malaria kuartana, penyakit yang diperkirakan pernah diderita oleh Francis sebelumnya.[34]
Keesokan harinya, Paus memulai peletakan batu pertama untuk pembangunan Basilica of St. Francis di Assisi. Fransiskus dikuburkan pada tanggal 25 Mei 1230, di bagian bawah basilika, tapi petinya kemudian disembunyikan oleh Ordo Brother Elias untuk menghindari perusakan oleh Saracen. Tempat penguburan Fransiskus tak pernah diketahui sampai ditembukan kembali pada tahun 1818. kemudian membangun sebuah ruang bawah tanah (kripta) untuk menyimpan jenazah tersebut di Basilika Bawah. Ruang itu diubah bentuknya menjadi seperti yang terlihat sekarang oleh Ugo Tarchi antara tahun 1927 dan 1930. Pada tahun 1978, jenazah Fransiskus diperiksa dan keasliannya dikonfirmasi oleh sebuah komisi ahli yang ditunjuk oleh Paus Paulus VI, lalu ditempatkan di dalam sebuah bejana kaca di dalam makam batu kuno tersebut.[36] Tulang belulangnya dipamerkan ke publik pertama kali pada tahun 2026.
Sumber :
Siapa Santo Fransiskus Asisi
Riwayat Hidup St. Fransiskus Assisi
A. Heuken SJ, Ensiklopedi Orang Kudus, Yayasan Cipta Loka Caraka, Yogyakarta: 2019
Rudiyanto Andreas, Ensiklopedi Orang Kudus Sepanjang Tahun, Prima Media, Yogyakarta: 2023
https://id.wikipedia.org/wiki/Fransiskus_dari_Assisi










