Lahir : pada sekitar tahun 332 M
Asal : Thagaste, Afrika Utara (sekarang di Aljazair)
Meninggal :
387
Ostia, di luar kota Roma, Kekaisaran Romawi Barat
PELINDUNG
ü Anak-anak yang menjauh dari iman atau belum mengenal Kristus.
üPara ibu dengan anak yang mengalami masalah atau kesulitan hidup.
üPara istri dan keluarga, terutama dalam menghadapi kesulitan dalam perkawinan.
üOrang-orang yang mengalami kecanduan
üPara ibu yang mengalami penderitaan dan kesedihan karena keluarga.
üPertobatan anggota keluarga.
Peringatan Wajib : 27 Agustus
Santa Monika (332-387) adalah seorang perempuan yang amat saleh dan ibu dari Agustinus, salah satu Bapa Gereja dan filsuf Katolik paling terkenal.[1][2] Monika lahir di Tagaste, Afrika Utara, dan menikah dengan Patrisius.[1] Patrisius dan ibunya, yakni mertua Monika, adalah orang yang kasar dan pemarah.[1] Monika dengan sabar mendoakan suami dan mertuanya supaya mengubah perilakunya dan menjadi orang-orang Kristen yang taat.[1] Hal itu terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama sebelum doa Monika terkabul.[1]
Ketika suaminya telah mengubah hidupnya, kini giliran salah satu anaknya, Agustinus, yang perlu melakukan perubahan.[1] Agustinus sebenarnya telah menjadi Kristen, tetapi menjalani hidup yang tidak sesuai dengan iman Kristen, termasuk juga memiliki anak tanpa menikah.[3] Setelah itu, Agustinus meninggalkan daerah asalnya dan berkelana ke Italia.[3] Monika terus berdoa bagi Agustinus selama 17 tahun hingga akhirnya Agustinus mau mengubah hidupnya.[2] Agustinus kemudian menjadi seorang teolog dan santo yang paling dikenal dalam sejarah gereja.[2]
Dalam doanya, Tuhan memberi Monika sebuah penglihatan bahwa suatu hari Agustinus akan kembali kepada iman yang benar. Sejak itu, ia mengikuti anaknya ke mana pun — dari Afrika ke Italia, bahkan hingga ke Milan. Di sana ia bertemu Santo Ambrosius, yang menjadi pembimbing rohaninya dan kemudian juga bagi Agustinus. Doanya terjawab setelah 17 tahun penuh air mata dan pengharapan, saat Agustinus akhirnya dibaptis pada Paskah tahun 387.
Tak lama kemudian, di kota Ostia, menjelang ajalnya, Monika berkata kepada putranya,
“Tidak ada lagi yang membuatku
ingin tinggal di dunia ini. Satu-satunya keinginanku telah dikabulkan —
melihatmu menjadi seorang Kristen.”
Ia wafat dengan damai, memohon satu hal kepada Agustinus: “Ingatlah aku di altar Tuhan di mana pun engkau berada.”
Air mata seorang ibu adalah bentuk doa paling murni. Kisah Santa Monika mengingatkan: tidak ada doa seorang ibu yang hilang di hadapan Allah — hanya ada doa yang sedang menunggu waktu untuk dijawab dengan cara yang paling indah.
Kisah Santa Monika mengajarkan bahwa doa seorang ibu tidak pernah sia-sia. Ia menjadi teladan bagi setiap perempuan dan remaja putri untuk tetap setia, penuh kasih, dan tidak menyerah menghadapi kesulitan. Dalam air matanya, Monika melahirkan bukan hanya seorang putra, tetapi juga seorang santo besar — Santo Agustinus, pelita Gereja
yang abadi.
Sumber :
https://parokibongsari.org/katekese/spiritualitas/detail_agustinus/santa-monika-ibu-yang-tidak-pernah-menyerah-166755
A. Heuken SJ, Ensiklopedi Orang Kudus, Yayasan Cipta Loka Caraka, Yogyakarta: 2019
Rudiyanto Andreas, Ensiklopedi Orang Kudus Sepanjang Tahun, Prima Media, Yogyakarta: 2023
https://id.wikipedia.org/wiki/Monika









