Santo Stefanus, MARTIR PERTAMA

Lahir : sekitar 5M
Asal : seorang diakon Yahudi Helenis di Yerusalem
Nama : bahasa YunaniΣτέφανος, Stéfanos
Meninggal : sekitar 34 M (dirajam atau dilempari batu)

PELINDUNG

ü  Para Pengkhotbah & Pewarta Iman

ü  Orang yang dituduh tidak adil

ü  Pelayan Sosial dan Karya Amal Gereja

ü Para MARTIR

ü Para diakon

PESTA26 Desember

 

KISAH

Stefanus
 (bahasa YunaniΣτέφανος, Stéfanos) adalah tokoh yang dihormati umat Kristen sebagai protomartir atau martir pertama Kekristenan.[1] Diriwayatkan di dalam Kisah Para Rasul bahwa Stefanus adalah diaken jemaat Kristen purba di Yerusalem yang membuat marah anggota berbagai sinagoge dengan ajaran dan golongannya. Ketika diseret ke hadapan sidang majelis rabi Yahudi dengan dakwaan tuduhan penistaan agama di persidangannya, ia malah menyampaikan pidato yang mengecam para penguasa Yahudi yang mengadilinya[2] dan kemudian dirajam dengan batu hingga mati. Saulus dari Tarsus, seorang Farisi dan warga negara Romawi yang kemudian menjadi rasul, turut terlibat sebagai saksi dalam eksekusi Stefanus[3] yang kemudian hari menjadi pengikut Yesus dan dikenal sebagai Rasul Paulus.

Satu-satunya sumber primer mengenai Stefanus adalah kitab Kisah Para Rasul di dalam kumpulan Kitab Suci Perjanjian Baru.[4] Diriwayatkan di dalam bab 6 Kisah Para Rasul bahwa Stefanus adalah salah seorang Yahudi Helenis (orang Yahudi penutur bahasa Yunani) yang dipilih untuk membantu mengelola penyaluran santunan kepada janda-janda dari golongan umat Kristen penutur bahasa Yunani.[5]

Bentuk asli nama Stefanus menurut kitab Kisah Para Rasul dalam bahasa Yunani adalah Stefanos, artinya “bumban dafnah“, perlambang “pahala” atau “tanda jasa”, sehingga kerap dijadikan gelar ketimbang nama diri. Menurut tradisi, Stefanus dianugerahi tajul istisyhad, mahkota kesyahidan.

Senjata utama untuk melawan musuhnya ialah cintanya akan Tuhan. Cinta itu demikian kuat mendorongnya untuk bersaksi tentang Kristus meskipun ia harus menghadapi perlawanan yang kejam dari musuh-musuhnya. Bahkan sampai saat terakhir hidupnya di dalam penderitaan sekian hebatnya, ia masih sanggup mengeluarkan kata-kata pengampunan ini: “Tuhan, janganlah dosa ini Engkau tanggungkan kepada mereka itu.”

Laporan tentang pembunuhan Stefanus itu menyatakan bahwa Saulus (yang kemudian menjadi Paulus, Rasul bangsa kafir) hadir di sana dan memberi restu terhadap pembunuhan itu. Namun apa yang terjadi atas Saulus di kemudian hari? Sebagai pahala besar bagi Stefanus ialah bahwa Saulus musuhnya yang utama serta penghambat ulung Gereja, bertobat dan menjadi Paulus, Rasul terbesar bagi kaum kafir. Stefanus mati sebagai martir, kira-kira pada tahun 34.

 

Sumber :

Setyowati Erni, Sahabat Yesus: Kisah Hidup Santo Santa, PT. Kanisius, Yogyakarta: 2007

A. Heuken SJ, Ensiklopedi Orang Kudus, Yayasan Cipta Loka Caraka, Yogyakarta: 2019

Rudiyanto Andreas, Ensiklopedi Orang Kudus Sepanjang Tahun, Prima Media, Yogyakarta: 2023

https://id.wikipedia.org/wiki/Stefanus

https://www.imankatolik.or.id/kalender/26Des.html

Komsos Katedral Semarang
Jl. Pandanaran No. 9, Semarang 50244 Jawa Tengah

© Komsos Katedral 2024