Misa Pembaruan Janji Imamat dan Pemberkatan Minyak Keuskupan Agung Semarang

Selasa, 26 Maret 2024, segenap imam yang berkarya di Keuskupan Agung Semarang (KAS) mengikuti Misa Pembaruan Janji Imamat dan Pemberkatan Minyak yang dilaksanakan setahun sekali di Gereja Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci Randusari Katedral Semarang. Misa dipimpin oleh Mgr Robertus Rubiyatmoko dengan mengambil tema “Imam: Tinggal dalam Kristus, Bertumbuh dalam Iman, dan Berbuah dalam Pengajaran”. Tema ini sejalan dengan tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) KAS yaitu “Tinggal dalam Kristus, Bertumbuh dalam Iman, dan Berbuah dalam Kesaksian”.

Bapa Uskup merasa bangga dan senang bisa berkumpul bersama merayakan misa ini. Ia juga gembira atas hadirnya para imam yang berkarya di lima kevikepan se KAS. Mereka disatukan untuk merenungkan jatidiri panggilan sebagai Gembala, Imam, dan Nabi.

 

Kenabian adalah pewartaan Injil. Terkait hal itu, Bapa Uskup kagum dengan Santo Paulus yang begitu kuat dan teguh dalam mewartakan Injil. “Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil (1 Korintus 9:16).
Mengapa Santo Paulus begitu giat mewartakan Injil hingga mengorbankan diri? Jawabannya adalah; “Imam: Tinggal dalam Kristus, Bertumbuh dalam Iman dan Berbuah dalam Pengajaran”. Kalimat ini disarikan dari Injil Yohanes 15:1-8, “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah”. Yesus adalah pokok anggur dan kita adalah ranting-rantingnya yang hanya bisa berbuah ketika menempel pada pokok anggur itu.
Kesatuan dengan Kristus adalah keharusan agar iman bisa bertumbuh dan berkembang. Ketika bersatu akan mempunyai akar yang kuat dalam menyerap sari-sari makanan sehingga tidak mudah layu, getas/mudah patah terkena angin.

Iman membutuhkan pemeliharaan. Umat yang memiliki iman yang dewasa akan mencintai imannya dengan cara melakukan tugas keseharian, berpikir, bertindak dalam mewartakan Injil tanpa ada rasa takut/ragu-ragu.
Tugas pemeliharaan iman selain ada pada orang tua juga kepada para imam tertahbis karena sudah berjanji untuk mewartakan Injil dalam tahbisan dan mendapatkan Roh Kudus sehingga diberi kekuatan dalam mewartakan.
Imam tertahbis hendaknya terlibat dan berpartisipasi dalam keselamatan manusia melalui pewartaan Injil. Bagaimana melaksanakan pewartaan sebagai imam? Melalui keteladanan hidup, mengajar secara langsung kepada umat melalui homili, dan mempersiapkan umat yang akan menerima sakramen. Imam perlu terjun langsung dalam pendampingan calon penerima Sakramen Baptis, calon penerima Sakramen Komuni Pertama, calon penerima Sakramen Penguatan, calon penerima Sakramen Perkawinan dan membekali para katekis yang sudah membantu para imam.

“Terima Kasih atas pelayanan para Romo, Bruder, dan Suster yang telah berkarya di KAS. Untuk umat, doakan kami agar setia dalam hidup panggilan,” kata Monseigneur menutup homili.
Usai homili, Bapa Uskup didampingi Romo Yohanes Rasul Edy Purwanto, Pr selaku Vikaris Jenderal KAS dan Romo Herman Yoseph Singgih Sutoro Pr selaku Pastor Paroki Randusari Katedral memberkati minyak-minyak. Ada tiga minyak, yakni Minyak Pengurapan Orang Sakit (Oleum Infirmorum), Minyak Katekumen (Oleum Catechumenorum) dan Minyak Krisma Suci (Sanctum Chrisma)

Romo Agustinus Parsosubroto, MSF yang saat ini berkarya di Pusat Pastoral Keluarga di Jalan Guntur Nomor 20 Semarang dan pada tanggal 6 Januari 2024 lalu berulang tahun Imamat yang ke-40 tahun sangat bersyukur bisa memperbarui janji imamat bersama para romo yang lain. Ia merasa diteguhkan oleh renungan dari Bapak Uskup dan menjadikan hal itu sebagai bekal untuk perjalanan imamat selanjutnya.

Romo Parso

Romo Parso yang saat ini memasuki usia 72 tahun berharap, senantiasa diberi kesehatan, bisa melayani umat, dan terus mengajar dengan harapan umat dapat memahami dengan baik tujuan hidup yaitu Kerajaan Surga.

Oleh karena itu, kita harus tetap setia kepada Tuhan Yesus seperti disampaikan dalam Injil Yohanes 14:6, “kata Yesus kepadanya, Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

Romo Adrianus Herry Wijayanto, SJ

Romo Adrianus Herry Wijayanto, SJ juga merasa senang bisa hadir dalam misa ini. Semangatnya tumbuh dan ia pun kagum dengan para petugas liturgi khususnya kor, lektor, dan pemazmur. Romo yang saat ini berkarya di SMA Kolese De Britto Yogyakarta yang kesehariannya banyak mengajar mengenai pendidikan nilai dan nilai spiritualitas ini menyampaikan pesan kepada romo-romo muda, agar mereka memiliki semangat menemani orang muda, karena bagaimanapun kita menghadapi anak jaman now yang makin sekuler; tidak menganggap iman dan agama sebagai hal yang berharga, karena yang dicari adalah prestasi, kemampuan intelektual. Padahal rasa dan rasio itu harus seimbang, antara kata dan perbuatan bisa satu suara.


Rosalia Kusumasari Hadi Suprobo

Share the Post:

Related Posts