Berubah

Pada acara Pemilihan Puteri Indonesia 2012-2013 di Jakarta awal Februari ini, para juri mengajukan sebuah pertanyaan untuk menentukan siapakah dari ke-3 finalis yang berhak menyandang gelar Puteri Indonesia 2012-2013.

 

Pertanyaannya adalah: “Lambat atau cepat di dunia ini pasti terjadi perubahan. Menurut Anda, apakah yang tidak pernah berubah?” Jawaban yang dianggap benar oleh para juri adalah: “Yang tidak pernah berubah adalah ‘perubahan’ itu sendiri” Artinya, ‘perubahan’ itu ‘tetap’ pada ‘sifatnya yang selalu berubah’.

Nah, jika hidup selalu berubah, bagaimana dengan kita?
Sebagai manusia, kita pun berubah: dari bayi kita tumbuh menjadi manusia dewasa, dari yang semula ‘tidak mengerti apa-apa’ menjadi ‘pandai dan terampil dalam banyak hal’. Namun, apakah kita hanya berubah dalam hal ‘fisik’ (tubuh) dan ‘kognitif’ (pengetahuan) saja? Tentu saja tidak, bukan?

Semakin kita dewasa, semakin kita diharapkan untuk bisa dewasa dalam hal ‘iman’, ‘emosi’ (perasaan) dan ‘afektif’ (perilaku). ‘Tawuran’ dan ‘bentrok’ adalah tindakan yang disebabkan oleh ‘ketidakmampuan untuk menahan rasa marah’, sedangkan ‘korupsi’ disebabkan oleh ‘ketidakmampuan untuk mengendalikan sifat serakah’. Disini jelaslah bahwa kedua perilaku tersebut tidak menunjukkan ‘kasih terhadap sesama’.

Jika kita mau berubah untuk menjadi semakin dewasa dalam iman, maka kita akan lebih mampu untuk mengelola perasaan kita dan untuk memilih tindakan yang lebih bermanfaat bagi kebaikan bersama.

Salam dan Doa – Teresia

Add comment


Security code
Refresh

Social Bookmark

FacebookTwitterDiggDeliciousStumbleuponGoogle BookmarksTechnoratiLinkedinRSS Feed

Online Users

We have 208 guests and no members online

Visitors Counter

0700890
Hari ini
Kemarin
585
1132