Mendengar dan Mendengarkan

Mendengar dan MendengarkanPernahkah terlintas di pikiran Anda mengapa Allah memberi dua telinga kepada Anda? Apakah hanya sekedar agar ‘seimbang’ sehingga wajah terlihat proporsional dan sedap dipandang mata? Tentu tidak. Allah memberi dua telinga kepada kita agar kita bisa mendengarkan dengan lebih baik. Tidak hanya sekedar mendengar tetapi mendengarkan!

 

Mendengar dan mendengarkan adalah dua hal yang berbeda. Mendengar memiliki kecenderungan hanya dilakukan sekilas, kebetulan, tidak serius, mudah lupa dalam sekejap, dan tanpa empati. Sebaliknya, orang yang mendengarkan akan melakukan aktivitas itu dengan kesungguhan dan penuh perhatian. Tak jarang ia hanyut dalam emosi dan terdorong untuk segera melakukan ‘sesuatu’.

Pertanyaannya sekarang, apakah dalam kehidupan ini kita selalu mencoba lebih mendengarkan daripada mendengar? Mendengarkan suara hati ketika berbagai kesempatan mengajak kita untuk melakukan hal yang tidak baik. Mendengarkan orangtua kita yang tidak pernah bosan memberi rambu-rambu untuk kehidupan anak-anaknya yang mulai beranjak dewasa. Mendengarkan suara anak-anak kita sebagai pribadi yang patut dihormati. Mendengarkan keluh kesah suami atau istri dengan penuh kesabaran. Mendengarkan jerit pilu orang-orang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel yang ada di sekitar kita. Serta mendengarkan isyarat-isyarat alam yang lelah menanti kepedulian kita.

Nah, selagi kita masih bisa, marilah kita saling mendengarkan!

Salam dan doa - Albertus

Add comment


Security code
Refresh

Social Bookmark

FacebookTwitterDiggDeliciousStumbleuponGoogle BookmarksTechnoratiLinkedinRSS Feed

Online Users

We have 26 guests and no members online

Visitors Counter

0669913
Hari ini
Kemarin
59
312