Menjadi Lilin di tengah Kegelapan

Saat kita berhadapan dengan banyak hal yang menyita banyak pikiran dan tidak sesuai dengan maksud atau kehendak hati kita, seringkali membuat kita jengkel. Keadaan semacam itu membuat kita lebih mudah mengutuki keadaan, menyalahkan segala hal yang ada di sekitar kita, dan berusaha memposisikan diri kita sebagai pihak yang tidak bersalah. Kita tidak mau disalahkan.

Dalam hati, kita sering mengatakan, “Orang lainlah yang salah. Keadaan atau situasi-lah yang salah, bukan saya. ” Jika tidak hati-hati, keadaan semacam itu juga bisa membuat diri kita lupa untuk mau hening sejenak dan mengoreksi diri kita.

Tuhan menciptakan kita baik adanya. Meski demikian, kita tetaplah manusia yang juga memiliki kekurangan dan ketidaksempurnaan yang melengkapi kebaikan-kebaikan yang kita miliki. Koreksi diri menjadi langkah awal kita untuk berani maju dan menatap masa depan, dan bukan hanya sekedar mengutuki keadaan yang kurang mendukung, atau situasi yang tidak sesuai dengan keinginan kita.

Jika segala sesuatu sesuai dengan apa yang kita maui, lantas apakah yang menjadi tantangan hidup kita? Secara manusiawi, kita bisa berandai-andai: mungkin Yesus pun tidak mau memanggul salib, bahkan wafat dipaku di salib itu, untuk menebus dosa-dosa kita.. Kita lah yang berdosa, tetapi Yesuslah yang menanggung.

Lihat! Ia tidak mengutuki keadaan yang membuat-Nya mati dengan cara demikian, Ia justru berdoa bagi kita, dan menyerahkan nyawa bagi kita yang berdosa.....

Jika kita mengatakan bahwa kita ini murid Yesus, apakah kita akan tetap mengutuki berbagai macam keadaan yang membuat kita jengkel dan marah?
Sebaliknya, mari kita belajar untuk tidak mengutuki keadaan,tetapi marilah kita belajar menjadi lilin, membawa terang di tengah-tengah kegelapan. Sebatang lilin tidak pernah mengutuki kegelapan yang membuatnya meleleh demi menghasilkan terang. Untuk itulah kita diutus di tempat perutusan kita masing-masing, di tengah keluarga kita, di tengah masyarakat kita, dan di tengah-tengah Gereja Allah yang Kudus, yakni menyalakan dan membawa terang, dan bukan sekedar mengutuki kegelapan.

Salam dan Doa - Diakon Johanes Wegig

Add comment


Security code
Refresh

Social Bookmark

FacebookTwitterDiggDeliciousStumbleuponGoogle BookmarksTechnoratiLinkedinRSS Feed

Online Users

We have 85 guests and no members online

Visitors Counter

0684966
Hari ini
Kemarin
509
590