Beda, Tapi Satu Tujuan

Beda Tapi Satu TujuanSemuanya ingin berhasil, dengan cara yang berbeda
Dalam sebuah seminar untuk orang tua, pemakalah bertanya: “Orang tua mana yang tidak ingin anaknya sukses?” Semua peserta mengiyakan.

Pertanyaan kedua: “Sukses yang seperti apa yang diinginkan?”
Beberapa mengatakan bahwa anaknya itu sukses jika bekerja di sebuah perusahaan asing, menjadi terkenal, memiliki gaji yang tinggi, memiliki rumah yang luas, memiliki mobil yang mewah dll.
Pertanyaan ketiga: “Bagaimana cara mereka meraih sukses?”
Beberapa menjawab bahwa anak-anak harus mengikuti kemauan orang tua, atau menggunakan metode orang tuanya yang sudah sukses lebih dahulu. Mengajari cara-cara seperti ketika kakek-nenek mereka mengajarkan pada orang tua para anak.

Pertanyaan ke empat:”Apakah masih relevan?”
Seiring perjalanan waktu, orang tua akan bertambah tua namun kehidupan akan bertambah modern. Ada bagian-bagian yang akhirnya hanya dipahami oleh sang anak, misalnya, fitur-fitur dalam alat komunikasi modern.

Oleh sebab itu seringkali anak akan mempunyai pola pikir yang berbeda dengan orang tuanya. Apalagi pendapat yang berhubungan dengan masa depannya seperti pekerjaan yang mungkin akan berbeda dengan pendapat orang tuanya.

Satu contoh, orang tua ingin anaknya bekerja di sebuah perusahaan atau instansi pemerintah, namun sang anak lebih suka bekerja dari rumah dengan system marketing online-nya.

Setiap anak akan memiliki caranya sendiri yang mungkin berbeda dengan orang tuanya. Akan menjadi sulit jika anak dituntun menuju masa depannya dengan pola pikir waktu dulu ketika orang tua masih seusia anak.

Walaupun pola pikir tentang masa depan antara anak dan orang tua berbeda, ada SATU HAL yang tetap sama yaitu orang tua harus menanamkan pada anak pengalaman kasih Allah yang orang tua terima selama hidup.

Pengalaman rohani yang menjadi dasar pengenalan anak pada kuasa Allah yang telah merancang masa depan setiap orang. Karena apapun perbedaan pandangan orang tua dan anak akan masa depan,

Kasih Allah tak akan membedakannya. Kasih Allah itu kekal.
Salam hangat,
Henry & Mel

Add comment


Security code
Refresh

Social Bookmark

FacebookTwitterDiggDeliciousStumbleuponGoogle BookmarksTechnoratiLinkedinRSS Feed

Online Users

We have 92 guests and no members online

Visitors Counter

0660950
Hari ini
Kemarin
99
261