Sejarah Katedral : Perkembangan Stasi Randusari (2)

on .

Melihat kota Semarang yang semakin berkembang. Juga semakin banyaknya orang-orang Belanda yang tinggal di sekitar kawasan Tugu Muda, Jalan Bojong, dan Stasiun Poncol (yang beragama Katolik), sementara jika mereka harus ke Gereja Gedangan dan Gereja Candi terlalu jauh, maka pada 26 Januari 1927, dibelilah sebuah tanah dan bangunan di daerah Randusari, tepatnya di kaki Gunung Brintik. Bangunan yang awalnya digunakan sebagai gedung kesehatan “Dienst voor Volkgezondheid” itu akan digunakan sebagai tempat ibadah yang baru. Setelah direnovasi pada tanggal 9 Oktober 1927, gedung gereja ini diberkati oleh Mgr. Antonius van Velsen, vicaris apostolic Batavia kala itu. Bangunan inilah yang menandai dimulainya peziarahan iman di Stasi Randusari.

 

Perkembangan Stasi Randusari cukup menakjubkan. Baptisan Baru antara tahun 1928 – 1930 selalu melebihi angka seratus. Suasana perkotaan yang ramai dan makin padatnya penduduk menuntut sebuah perubahan dalam karya pelayanan. Kini Stasi ini bukan terlihat lagi sebagai sebuah bagian dari induknya. Stasi ini membutuhkan sebuah sentuhan pastoral yang semakin menaikkan geliat kehidupan iman. Maka kemandirian perlu diberikan. Anak harus dilepas dari induknya supaya ia makin belajar banyak dan menjadi dewasa. Inilah yang kemudian diputuskan pada tahun 1930. Stasi Randusari ditetapkan sebagai paroki dengan diresmikannya “Het R.K. Kerk en Armbestuur van de Kerk van O.L. Vrouw v.d. Allerheilingsten Rozenkrans”. (Pengurus Gereja dan Pengurus Dana Papa-Miskin). Dan diangkatlah Pastor J. Hoebrechts, SJ sebagai Voorzitter dan Penningmeester (pastor kepala dan bendahara) dan Pastor J. Dieben, SJ sebagai Secretaris (Sekretaris).

Beragamnya budaya yang berasal dari Eropa, Tionghoa dan pribumi Indonesia serta berbagai jenis lapisan masyarakat, menjadikan tugas penggembalaan di paroki baru ini tidaklah mudah. Namun pelayanan pastoral tetap diberikan sebaik-baiknya dan terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Selain dalam peribadatan, pelayanan ini juga mencakup berbagai bidang lain. Melayani kehidupan rohani di rumah sakit, pelajaran agama di sekolah-sekolah Katolik, pembentukan Kongregasi Maria, Wanita Katolik, dan berbagai bentuk persekutuan yang lain.

"

Social Bookmark

FacebookTwitterDiggDeliciousStumbleuponGoogle BookmarksTechnoratiLinkedinRSS Feed

Online Users

We have 97 guests and no members online

Visitors Counter

0660955
Hari ini
Kemarin
104
261