Aku Percaya akan Kehidupan Kekal

Warga Kristen yang menyatukan kematiannya dengan kematian Yesus, menganggap kematian sebagai pertemuan dengan Yesus dan sebagai langkah masuk ke dalam kehidupan abadi. Kalau Gereja mengucapkan – untuk terakhir kalinya – kata-kata pengampunan atas nama Kristus untuk warga Kristen yang dalam sakratul maut, dan memeteraikannya – untuk terakhir kalinya – dengan pengurapan yang menguatkan, dan memberikan kepadanya Kristus dalam bekal perjalanan sebagai makanan untuk perjalanan, ia berkata dengan ketegasan yang lemah lembut :


“Bertolaklah dari dunia ini, hai saudara-saudari dalam Kristus, atas nama Allah Bapa Yang Mahakuasa, yang menciptakan engkau, atas nama Yesus Kristus, Putra Allah yang hidup, yang menderita sengsara untuk engkau, atas nama Roh Kudus, yang dicurahkan atas dirimu, semoga pada hari ini engkau ditempatkan dalam ketentraman dan memperoleh kediaman bersama Allah di dalam Sion yang suci, bersama Maria Perawan yang suci dan Bunda Allah, bersama Santo Yosef dan bersama semua malaikat dan orang kudus Allah... Kembalilah kepada Penciptamu, yang telah mencipta engkau dari debu tanah. Apabila engkau berpisah dari kehidupan ini, semoga Maria bersama semua malaikat dan orang kudus datang menyongsong engkau..... Engkau akan melihat Penebusmu dari muka ke muka (Doa Penyerahan Jiwa) (Katekismus Gereja Katolik, No. 1020).

Kematian membawa kita yang percaya kepada Yesus berjumpa dalam kerahiman dan belaskasihan-Nya. Dengan rendah hati, kesetiaan, penuh harapan, kita datang kepada Yesus dan mohon agar supaya kita dilayakkan memasuki persekutuan para kudus dalam kehidupan kekal.

Add comment


Security code
Refresh

Social Bookmark

FacebookTwitterDiggDeliciousStumbleuponGoogle BookmarksTechnoratiLinkedinRSS Feed

Online Users

We have 202 guests and no members online

Visitors Counter

0700884
Hari ini
Kemarin
579
1132