Ensiklik Paus Fransiskus (5 Juli 2013)

Di dalam naskah dari Paus Bergoglio dan Ratzinger, keduanya kembali memfokuskan kepada tema Keluarga yang dibentuk atas dasar pernikahan, yaitu sebagai persatuan yang stabil antara seorang pria dan seorang wanita.

Keluarga, yang disebut di dalam ensiklik, lahir dari pengakuan dan penerimaan akan kebaikan dari perbedaan jenis kelamin dan dibentuk atas dasar cinta di dalam Kristus, yang menjanjikan “cinta yang kekal” dan mengenali cinta yang menciptakan dan menghasilkan keturunan.

Paus Fransiskus mengatakan, “Iman bukan merupakan sebuah tempat pengungsian bagi orang-orang yang penakut, tetapi merupakan perluasan dari hidup“. Menurut Paus Fransiskus, iman menerangi juga semua hubungan sosial dengan memberikan sebuah pemahaman baru atas kebersaudaraan yang universal diantara manusia, yang bukan hanya menyangkut persamaan hak, tetapi terlebih pengalaman akan ke-Bapaan Allah, penghormatan atas martabat yang unik dari setiap pribadi manusia.

Iman menjiwai setiap gerak hidup kita yang menghadirkan sukacita dan keselamatan. Iman melandasi dinamika kehidupan yang kita jalani. Dalam dinamika tersebut, nampaklah pendampingan Allah dalam kasih yang memancar dalam diri kita (dengan segala tingkah laku, pikiran, tutur kata, persaudaraan). Dengan iman yang kita miliki, mendorong kita untuk berani bersaksi tentang cinta kasih, kesederhanaan, kerukunan, kegotongroyongan, sehingga kehidupan manusia makin bermartabat, keluarga makin menjadi tanda cinta kasih yang menyelamatkan dan menggembirakan.

Add comment


Security code
Refresh

Comments   

 
0 #1 Petrus Adhiatmaka DP 2013-12-15 10:05
Iman tanpa Perbuatan pada dasarnya adalah mati. Bagaimana dengan kita???? JBU3e
Quote
 

Social Bookmark

FacebookTwitterDiggDeliciousStumbleuponGoogle BookmarksTechnoratiLinkedinRSS Feed

Online Users

We have 134 guests and no members online

Visitors Counter

0685022
Hari ini
Kemarin
565
590