Panggilan Hidup Bakti (1)

Sejak awal mula Gereja, terdapat pria dan wanita, bermaksud mengikuti Kristus secara lebih bebas dan meneladani-Nya dengan lebih setia.

Dengan cara masing-masing, mereka menghayati hidup yang dibaktikan kepada Allah. Di antara mereka banyaklah yang atas dorongan Roh Kudus hidup menyendiri atau mendirikan komunitas religius.

 

Gereja dengan suka hati menyambut dan menyetujui cara hidup mereka. Pengakuan atas semua bentuk hidup bhakti itu diberikan oleh Tahta Suci Vatikan. Walaupun demikian ada beberapa bentuk hidup bhakti yang mendapat pengesahan dari Uskup Diosessan.

Kehidupan Bertapa
Para pertapa, dengan menarik diri dari dunia ramai, dalam keheningan kesunyian, dalam doa dan tobat terus menerus, mempersembahkan hidupnya demi pujian kepada Allah serta keselamatan dunia.

Sebagai contoh : Pertapaan Trapis Rawaseneng (untuk pertapa laki-laki) dan Gedono (untuk pertapa perempuan) KGK no. 920

Perawan dalam Hidup Bhakti
Sejak zaman Para Rasul, Tuhan telah memanggil perawan-perawan, untuk mengikat diri kepada-Nya secara tidak terbagi, dalam kebebasan hati, tubuh, dan roh yang lebih besar.

Dengan persetujuan Gereja, mereka telah membuat keputusan agar hidup dalam status keperawanan “demi Kerajaan Surga” (Mat 19:12, KGK no 922).
Sumber : Menintai Iman Katolik, Yus Ardianto, 2012.

Add comment


Security code
Refresh

Social Bookmark

FacebookTwitterDiggDeliciousStumbleuponGoogle BookmarksTechnoratiLinkedinRSS Feed

Online Users

We have 130 guests and no members online

Visitors Counter

0685018
Hari ini
Kemarin
561
590