Belajar Berdoa

Belajar BerdoaDi waktuku masih kecil..... aku belajar banyak hal dari Ayah dan Ibuku.

Masa lalu benar-benar berpengaruh pada hidupku. Aku dikuatkan dengan keyakinan bahwa aku bisa karena aku pernah mengalami atau sekedar menyaksikan suatu peristiwa.

 

Dalam ketekunan untuk berdoa, aku yakin bahwa aku bisa karena aku ingat ketekunan orang tuaku dalam berdoa. Ayah ibuku biasa berdoa rosario pada tengah malam, tekun memimpin doa pada saat bertugas di lingkungan, pada hari Minggu selalu mengikuti Ekaristi di gereja dan mereka suka membaca Kitab Suci sebagai sumber inspirasi hidup.

Aku teringat pula, ayahku selalu bercerita sebelum tidur. Cerita dari Kitab Suci, cerita binatang, maupun kebijaksanaan. Aku merasa disapa oleh sabda Tuhan, “Bersuakcitalah senantiasa, tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal” (1 Tes 5:16-18a)

Akhirnya aku mengerti tentang Arti Hidupku :

Ketika kerja kita tidak dihargai, maka saat itu kita sedang belajar ketulusan.
Ketika usaha kita dinilai tidak penting, maka saat itu kita sedang belajar keikhlasan.
Ketika kita terluka dalam, maka saat itu kita sedang belajar memaafkan.
Ketika kita merasa lelah dan kecewa, maka saat itu kita sedang belajar kesungguhan.
Ketika kita merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kita sedang belajar ketangguhan.
Ketika kita letih dan ingin berhenti, maka saat itu kita sedang belajar arti pengorbanan.
Saat semua cobaan sedang menerpa kita, maka saat itu kita sedang belajar untuk bersyukur dan mendekat kepada-Nya, Tuhan yang sempurna, kekal abadi kasih setiaNya.

Add comment


Security code
Refresh

Social Bookmark

FacebookTwitterDiggDeliciousStumbleuponGoogle BookmarksTechnoratiLinkedinRSS Feed

Online Users

We have 133 guests and no members online

Visitors Counter

0685021
Hari ini
Kemarin
564
590