Derajat dan Pangkat Hanya Sampiran

Sebuah kehormatan besar saat BERKAT diberi kesempatan untuk bertemu dan wawancara langsung dengan walikota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo. Segala sesuatu dipersiapkan untuk kelancaran wawancara.

Jarak Semarang-Solo yang normalnya bisa ditempuh 3 jam namun karena adanya proyek perbaikan jalan dimana-mana menyebabkan hampir 7 jam awak redaksi baru bisa masuk kota Solo. Hal itu tidak menyurutkan langkah untuk berburu berita.

 Awak redaksi yang berjumlah enam orang didampingi Romo FX. Alip Suwito, Pr. akhirnya dapat tiba di pelataran balaikota pukul 20.30. Sabtu malam, 22 Juni 2013 Pemkot Solo mengadakan acara shalawatan akbar dalam rangka merayakan hari jadi Pemkot Solo ke-67 dan Bulan Bakti Gotong Royong.

Shalawat akbar dipimpin Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf dan menempati sepanjang jl. Sudirman. Alunan doa-doa untuk perdamaian antar umat beragama dan kesejahteraan warga Solo meluncur dari mulut sang Habib yang diikuti kurang lebih 15.000 umat muslim.

Di samping kanan Habib Syech duduk walikota yang mengenakan baju putih lengan panjang dan berpeci. Meski berbeda keyakinan namun tokoh agama dan pimpinan kota Surakarta itu duduk bersama. Ini membuktikan bahwa masyarakat Solo tidak membedakan warga yang memiliki keyakinan lain dan dapat saling bergandengan tangan membangun kota Solo yang lebih baik.

Obrolan bersama keluarga walikota baru bisa dilakukan tepat pukul 24.00 seusai acara shalawat akbar. Sambutan hangat keluarga walikota di Rumah Dinas Lojigandrung membuat sirna kepenatan sepanjang perjalanan dan rasa kantuk selama menunggu acara shalawat selesai. Seakan semua terbayar lunas dengan suasana hangat yang tercipta di ruang tamu Lojigandrung. Obrolan santai dan gurauan makin mengakrabkan kebersamaan kami.

Mengawali obrolan Rudy bercerita tentang masa kecilnya yang pahit karena beberapa kali keluarganya mengalami penggusuran. Menjadi orang miskin bukan pilihan keluarga Rudy, namun karena faktor kemiskinan mereka dipandang sebelah mata oleh pemerintah saat itu.

Berangkat dari peristiwa yang pernah dialami di masa kecilnya, Rudy yang merupakan anak ke-12 dari 13 bersaudara mendapat pelajaran hidup bahwa menjadi orang yang tidak punya tidak memiliki kekuatan untuk mempertahankan diri. Maka ia bercita-cita mengabdikan hidupnya untuk melayani orang lain, terutama orang-orang yang miskin dan tersingkirkan.

Social Bookmark

FacebookTwitterDiggDeliciousStumbleuponGoogle BookmarksTechnoratiLinkedinRSS Feed

Online Users

We have 91 guests and no members online

Visitors Counter

0660949
Hari ini
Kemarin
98
261