Hari Raya Pemberkatan Gereja Katedral

Jumat, 30 Juli, diadakan Misa untuk memperingati Hari Raya Pemberkatan Gereja Katedral. Misa dimulai pukul 18.00 dan dipimpin secara konselebrasi oleh Romo Kendar, Romo Sugi, Romo Suparyono, Romo Heruyanto, Romo Soegiarto, Romo Mulyono, dan Frater Wicaksono.Dalam homilinya, Romo Kendar kembali menegaskan bahwa Gereja Katedral hadir sebagai pemersatu umat di Keuskupan Agung Semarang. Juga memegang peranan penting sebagai Bunda dan Pengajar (Mater et Magistra) dan Bunda dan Kepala (Mater et Caput).

Tugas ini harus diterjemahkan oleh Pengurus Dewan dan seluruh umat Katedral. Untuk menghayati hal tersebut, ada banyak nilai yang bisa dipelajari dari Gereja Katedral khususnya berkaitan dengan arsitekturnya. Salah satunya adalah tulisan di lengkung utama bagian depan yang berbunyi EQO QUASI ROSA PLANTATA SUPER RIVOS AQUARUM FRUCTIVICAVI yang berarti ’Aku bagaikan bunga mawar yang tumbuh subur di tepi aliran sungai’.

Selain itu, ada 8 lengkung lain di atas altar sehingga total ada 9 lengkung. Sembilan adalah angka sempurna, tanda kepenuhan. Pada 8 lengkung terdapat hiasan kaca patri yang melukiskan wajah para santo: Santo Stanislaus, Santo Aloysius Gonsaga, Santo Robertus Belamirnus, Santo Ignasius Loyola, Santo Alfonsus Rodrigues, Santo Fransiskus Xaverius, Santo Petrus Kanisius, dan Santo Yohanes Benmark. Mereka menjadi lambang keberanian dan keteguhan dalam mempertahankan imannya walau harus berkorban nyawa. Berdasar hal tersebut, kita diharapkan dapat mewujudkan Gereja Katedral yang berguna bagi masyarakatnya. Menjadi gereja yang terbuka, murah hati dan peka jaman. Yang kehadirannya semakin nyata, semakin bermakna, dan melibatkan semakin banyak umat untuk terlibat. Dan, kita diundang bersama untuk mewujudkannya. ”Tidak usah menunggu tua untuk menjadi kudus karena kita diundang untuk mewujudkan kekudusan itu hari ini, saat ini,” pungkas Romo Kendar. Usai misa, umat dapat mengambil sebungkus nasi kuning lengkap dengan lauk yang disediakan oleh panitia dengan cara menukarkan kupon yang sebelumnya dibagikan. Konsumsi ini merupakan bentuk partisipasi dan keterlibatan lingkungan-lingkungan. Sementara di Sukasari diadakan kenduri dengan mengundang warga sekitar untuk bersyukur bersama atas 82 th Pemberkatan Gereja Katedral. Diantaranya hadir: Lurah Randusari, RT, RW beserta beberapa warga randusari yang lain, ketua-ketua lingkungan, ibu-ibu dan kaum muda. Goen

Add comment


Security code
Refresh

Social Bookmark

FacebookTwitterDiggDeliciousStumbleuponGoogle BookmarksTechnoratiLinkedinRSS Feed

Online Users

We have 38 guests and no members online

Visitors Counter

0669926
Hari ini
Kemarin
72
312