Home » Berita » Dewasa dalam Iman

Dewasa dalam Iman

Sebanyak 258 orang menerima Sakramen Penguatan di Gereja SPM RRS Randusari Katedral Semarang, Jumat (7/10). Misa dipimpin oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko didampingi Rm. Herman Yoseph Singgih Sutoro Pr dan Rm. Yoseph Didik Mardiyanto Pr.

“Selama lima bulan berjalan, apa yang paling menarik? Pelajaran apa yang paling mengesan?” tanya Bapak Uskup kepada calon penerima Sakramen Penguatan saat mengawali homilinya.

Bapak Uskup bertanya pada Calon penerima Sakramen Penguatan

Dua orang yang ditanya secara langsung memberikan jawaban: ajakan untuk berbuat baik dan sukacita karena ada dalam kebersamaan dengan orang lain.  

Menurut Bapak Uskup, kedua jawaban ini menjadi ungkapan paling nyata sebagai orang yang beriman. Sakramen Penguatan adalah tanda kedewasaan iman kita sebagai orang Katolik. Maka, kita bisa belajar dari Bunda Maria. Bagaimana ia selalu mencari kehendak Allah dan mewujudkannya dalam keseharian sebagai seorang ibu.

Namun, menjadi orang tua adalah tanggung jawab yang tidak ringan. “Gampang-gampang angel. Disawang enak, tapi seng nglakoni angel,” ungkap seorang bapak, menjawab pertanyaan Monsigneur. Meski angel, kita tanggung semua dengan sukacita agar anak-anak beriman terus-menerus dan dapat menghidupi iman itu dalam keseharian. Bagaimana kita berbuat baik sesuai kehendak Allah dan tetap bersama orang lain. Kebersamaan dengan orang lain menjadi kesempatan untuk saling meneguhkan. Gereja akan tampak ketika kita berkumpul dan melakukan kegiatan bersama.  

Bapak Uskup pun mengajak semuanya untuk menghidupi iman dalam kebersamaan dan mewujudkannya dengan keterlibatan di lingkungan, wilayah, dan paroki. “Jangan sampai setelah menerima Sakramen Penguatan tidak muncul lagi.” Maka, kehadiran wali, orang tua, katekis sangat penting. Merekalah yang akan  mendampingi perjalanan iman mereka. Dewasa dalam iman dalam kebersamaan di dalam masyarakat sehingga bisa memberi kesaksian iman melalui perbuatan yang baik. Dengan demikian, kita bisa menjadi pewarta keselamatan bagi banyak orang.

Penerimaan Sakramen Penguatan dari Bapak Uskup

Setelah homili, calon penerima Sakramen Penguatan didampingi wali penguatan maju satu per satu untuk menerima Sakramen Penguatan dari Bapak Uskup.

Goen